PSSI Gelar Festival Grassroot Piala Presiden di Yogyakarta
PSSI resmi menggelar Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden di JEC Soccer Field, Yogyakarta, pada Rabu (8/7/2026) demi menyusun fondasi kekuatan Timnas Indonesia masa depan. Langkah pembinaan usia dini ini dilansir dari Bola menjadi bagian dari persiapan serius menuju Piala Dunia U-15 2026 yang akan dihelat di Azerbaijan pada Oktober mendatang. Berbeda dengan kategori U-17, seluruh asosiasi anggota FIFA mendapatkan kesempatan langsung untuk berpartisipasi pada edisi pertama Piala Dunia U-15 tersebut tanpa jalur kualifikasi.
Momentum ini dimanfaatkan oleh PSSI untuk bergerak cepat menjaring talenta muda dari akar rumput sejak usia sedini mungkin. Ketua PSSI, Erick Thohir, menghadiri langsung pembukaan festival tersebut bersama jajaran Exco untuk memantau potensi para pemain secara langsung. Penguatan dari level bawah dinilai menjadi kunci utama dalam melahirkan pesepak bola yang kompetitif di panggung internasional.
"PSSI percaya bahwa menciptakan pemain itu harus dari bawah. Karena itu saya hadir bersama para Exco untuk melihat langsung bagaimana kejuaraan U-10 dan U-12 ini menjadi fondasi mencari bibit-bibit baru pemain Tim Nasional masa depan," ujar Erick Thohir, Ketua PSSI.
Kehadiran turnamen global baru dari FIFA menuntut proses pembinaan di dalam negeri berjalan lebih awal. PSSI menargetkan ketersediaan stok pemain yang matang saat mereka memasuki kelompok usia elite. "FIFA sekarang sudah membuat kejuaraan U-15 yang dimulai bulan Oktober.
Nah, ini juga harus kita persiapkan. Dari mana? Tenu dari bibit-bibit yang ada di bawah U-15," kata Erick Thohir, Ketua PSSI.
Erick Thohir juga membuka peluang bagi pemain dari kelompok U-12 untuk melompat ke tim U-15 apabila memperlihatkan lonjakan performa yang signifikan selama pembinaan. PSSI tetap konsisten menerapkan pola ini meskipun beberapa negara seperti Belanda memilih kebijakan berbeda dengan meniadakan timnas U-15. "Enggak menutup kemungkinan ada satu atau dua pemain U-12 yang bisa bermain di U-15," ucap Erick Thohir, Ketua PSSI.
Program pencarian bakat ini melengkapi kompetisi berkesinambungan yang diklaim telah berjalan tiga tahun terakhir seperti Piala Soeratin dan Piala Pertiwi. Pihak pemerintah daerah menyambut baik penunjukan Yogyakarta sebagai titik awal pergerakan kompetisi akar rumput ini. "Kita percaya membangun dari bawah.
Tidak mungkin pembinaan hanya dilakukan dari atas, tetapi harus dimulai dari bawah," tegas Erick Thohir, Ketua PSSI. Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, menilai kehadiran turnamen ini memberikan dampak positif bagi ekosistem sepak bola lokal. Pelaksanaan kompetisi yang terencana sejak usia muda diharapkan mampu melahirkan atlet yang lebih siap bersaing.
"Kegiatan ini menjadi penambah semangat agar pembinaan usia 10 tahun dan 12 tahun bisa berjalan lebih baik. Ini menjadi contoh bahwa pembinaan harus direncanakan sejak usia muda agar ke depan mampu melahirkan pemain yang lebih kompetitif," tutur Wawan Harmawan, Wakil Wali Kota Jogja.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow