PSIM Yogyakarta Rekrut Tujuh Pemain Baru Jelang Super League
PSIM Yogyakarta terus mematangkan persiapan menghadapi BRI Super League 2026/2027 dengan mererekrut lima pemain asing dan dua talenta lokal pada bursa transfer musim ini. Kompetisi kasta tertinggi tersebut dijadwalkan bakal bergulir mulai 4 September mendatang, sebagaimana dilansir dari Bola.
Proses perekrutan jajaran penggawa anyar Laskar Mataram dinilai memiliki tantangan tersendiri oleh sang pelatih kepala, Jean-Paul van Gastel. Pelatih asal Belanda tersebut mengungkapkan bahwa dirinya belum pernah bekerja sama dengan para pemain asing yang baru didatangkan tersebut.
"Tidak. Tidak ada satupun," ujar Van Gastel saat ditanya mengenai rekam jejak kerja sama dengan para pemain asing barunya.
Proses perburuan pemain di tubuh PSIM banyak mengandalkan jaringan agen yang menawarkan pemain melalui rekaman video kompilasi. Mekanisme ini dinilai rumit karena adanya kekosongan jabatan direktur teknik usai kepergian manajer tim musim lalu, Razzi Taruna.
"Ini adalah proses yang sulit dan rumit. Biasanya ada direktur teknik yang bertanggung jawab atas komposisi tim. Tapi, yang saya perhatikan di Indonesia, sistem kerjanya berbeda," kata Van Gastel.
Kondisi manajerial tim setelah ditinggalkan figur kunci memaksa pihak klub memanfaatkan jaringan eksternal guna menyusun komposisi skuad. Evaluasi kemampuan teknis calon pemain pun hanya bisa diandalkan melalui rekaman visual.
"Saya tidak bilang di semua tempat, tapi musim lalu kami punya Razzi Taruna sebelum saya datang. Jadi, Razzi yang menyusun tim. Lalu Razzi meninggalkan klub. Itu leaves kekosongan dalam organisasi," tutur Van Gastel.
Keterbatasan pemantauan langsung membuat tim kepelatihan harus cermat sebelum mengambil keputusan final perekrutan. Pemantauan berbasis tayangan video dinilai kerap memberikan impresi yang bias terhadap kualitas asli sang pemain.
"Kemudian orang lain mengambil alih dan ini soal jaringan (network), mengenal orang, dan kesesuaian dengan gaya main. Setelah itu banyak agen yang mengirim video," ujar Van Gastel.
Kualitas aksi dalam video kompilasi dinilai tidak bisa menjadi tolak ukur tunggal untuk menilai kapasitas seorang pesepak bola secara menyeluruh di lapangan.
"Dari sana, kami harus memutuskan mengambil pemain tersebut atau tidak. Tapi, kalau saya latihan dua kali lalu dibuatkan video kompilasi, orang bisa mengira 'saya ini Johan Cruyff'. Jadi, sangat sulit menilai pemain hanya dari itu untuk didatangkan," lanjut Van Gastel.
Proses perburuan staf pendukung juga meliput posisi pelatih kiper asing asal Italia, Mario Capece, yang direkrut melalui mekanisme pencarian serupa.
"Tidak. Saya tidak mengenalnya, tetapi saya sedang mencari pelatih kiper asing dan dari situlah kami mendapatkan Mario," ungkap arsitek tim berusia 54 tahun itu.
Adapun lima legiun asing baru yang bergabung meliputi Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, Adrian Dalmau, Mauro Caballero, dan Marvin Loria, mendampingi dua pemain lokal anyar yakni Ahmad Agung dan Alwi Fadilah. Selain mendaratkan amunisi baru, PSIM juga memperpanjang masa kerja belasan pilar musim lalu seperti Riyatno Abiyoso, Raka Cahyana, Cahya Supriadi, serta Ghulam Fatkur.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow