Persebaya Raih Gelar Piala Presiden 2026 Usai Tekuk Persib

Smallest Font
Largest Font

Persebaya Surabaya sukses merengkuh gelar juara Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Dikutip dari Bola, kepastian itu didapat usai Persebaya menumbangkan Persib Bandung lewat adu penalti 6-5 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Pencapaian ini menjadi trofi pertama Persebaya sepanjang keikutsertaan mereka dalam turnamen tersebut.

Laga final edisi 2026 ini sekaligus menandai tuntasnya edisi kedelapan Piala Presiden sejak pertama kali bergulir pada 2015.

Ajang ini awalnya digagas saat sepak bola Indonesia mengalami masa krisis akibat sanksi FIFA dan berhentinya kompetisi resmi. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengenang masa-masa awal pembentukan turnamen tersebut bersama Ketua Steering Committee Maruarar Sirait.

"Kita tahu, Pak Maruarar Sirait dan saya membangun Piala Presiden ini pada 2015 ketika PSSI disanksi. Jadi klub-klub datang ke kami meminta tolong kalau bisa ada kegiatan. Dan alhamdulillah bisa berjalan delapan tahun," kata Erick Thohir. Faktor utama keberlanjutan turnamen ini selama sebelas tahun terletak pada transparansi pengelolaan keuangan.

Penyelenggara secara rutin menggunakan jasa audit independen dari PricewaterhouseCoopers untuk menjaga reputasi. Maruarar Sirait mengungkapkan pentingnya audit independen dalam membangun kepercayaan para pemangku kepentingan. "Dalam delapan kali Piala Presiden, saya berpikir keras bagaimana membangun reputasi, membangun kepercayaan. Kalau tidak ada alat ukurnya, sulit," ujar Maruarar Sirait.

Sistem transparansi tersebut terbukti mampu menarik minat para sponsor dari edisi ke edisi.

Pada edisi 2026, nilai sponsorship turnamen berhasil menembus angka Rp100 miliar yang merupakan rekor tertinggi. "Kenapa? Karena adanya kepercayaan," tutur Maruarar Sirait.

Ekspansi Internasional dan Antusiasme Penonton

Selain transparansi, ajang pramusim ini terus beradaptasi dengan menghadirkan klub luar negeri.

Port FC dari Thailand sukses menjuarai edisi 2025 setelah menundukkan klub Inggris Oxford United di partai puncak. Persaingan edisi 2026 semakin semarak dengan kehadiran DPMM FC asal Brunei Darussalam serta Tampines Rovers dari Singapura.

Dukungan publik juga tetap tinggi yang terlihat dari lonjakan angka pemirsa layar kaca maupun platform digital. Siaran langsung partai final 2026 di Indosiar mencatatkan rating TV 8,9 persen dan TV share 45,3 persen.

Capaian TV share tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen. Laga pungkasan ini turut menempati posisi pertama sebagai program yang paling banyak ditonton di platform Vidio.

Rencana Reka Ulang Format Ajang

PSSI berencana mengubah format penyelenggaraan turnamen mulai tahun 2027 mendatang.

Piala Presiden bakal diproyeksikan sebagai ajang laga Timnas Indonesia dalam kalender resmi FIFA Matchday. Format baru ini mengadopsi konsep ajang King's Cup di Thailand yang telah berjalan selama 58 tahun. "Tidak ada salahnya, kami coba tingkatkan kualitasnya. Satu di antaranya bagaimana Piala Presiden ini bisa menjadi pertandingan tim nasional, seperti juga yang sudah dilakukan oleh Thailand yaitu King's Cup," jelas Erick Thohir.

Sepanjang sebelas tahun perjalanannya, turnamen ini telah menggelar delapan edisi dan melahirkan enam tim juara berbeda.

Klub-klub seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Arema FC, Port FC, hingga Persebaya Surabaya pernah mencicipi gelar juara.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed