Thomas Tuchel Ungkap Persaingan Sengit Marcus Rashford dan Anthony Gordon di Skuad Inggris

Smallest Font
Largest Font

Persaingan ketat terjadi di lini depan tim nasional Inggris menjelang laga kedua Grup L Piala Dunia 2026 melawan Ghana. Dua penyerang sayap, Marcus Rashford dan Anthony Gordon, kini tengah bersaing sengit untuk memperebutkan tempat utama di skuad The Three Lions.

Seperti dilansir dari Bola, pelatih Inggris Thomas Tuchel bahkan secara terbuka menyebut Gordon sebagai "musuh" Rashford di lapangan dalam perebutan posisi di skuad tersebut. Rivalitas ini semakin menarik perhatian karena dinamika masa depan klub kedua pemain tersebut saling terikat.

Beberapa hari sebelum bergabung dengan tim nasional, Gordon resmi merampungkan kepindahannya secara permanen ke Barcelona. Klub raksasa Spanyol tersebut diketahui juga menjadi destinasi impian bagi Rashford.

Rashford langsung memberikan respons melalui performa nyata di lapangan pada pertandingan pertama Inggris di Piala Dunia 2026. Masuk sebagai pemain pengganti saat menghadapi Kroasia, penyerang milik Manchester United tersebut sukses mencetak gol untuk membawa Inggris menang 4-2.

Gol tersebut membuat Barcelona tidak akan menyesali keputusan mereka menggelontorkan 63 juta paun demi merekrut Gordon. Momen ini sekaligus membiarkan opsi pembelian permanen Rashford senilai 26 juta paun berakhir tanpa realisasi.

Kendati demikian, kontribusi positif Rashford berpotensi mendorong Barcelona untuk kembali mempertimbangkan opsi peminjaman. Di lain pihak, Manchester United tetap bersikap keras dan hanya mau melepas pemain berusia 28 tahun itu lewat transfer permanen.

Kondisi ini membuka peluang bagi Rashford dan Gordon untuk saling sikut, tidak hanya di level tim nasional tetapi juga dalam perebutan tempat di level klub.

Saat menghadapi Kroasia, Gordon turun sebagai starter dan bermain selama 72 menit, namun belum mampu memberikan dampak yang signifikan bagi permainan tim.

Sebaliknya, Rashford hanya memerlukan waktu 18 menit ditambah enam menit masa injury time untuk mencetak gol keempat Inggris setelah masuk menggantikan Gordon. Catatan ini membuat posisi Gordon di tim utama kini tidak lagi sepenuhnya aman.

Gol tersebut juga mengakhiri puasa gol Rashford untuk Inggris dari situasi permainan terbuka yang telah berlangsung selama hampir tiga tahun. Torehan ini sekaligus menyamai rekor pencetak gol terbanyak keempat Inggris di Piala Dunia dengan koleksi empat gol.

"Dia (Rashford) memberi tekanan kepada 'musuhnya', Gordon, dalam perebutan posisi, tentu dengan cara yang sangat menghormati satu sama lain," ujar Tuchel.

"Saat ini dia berada dalam situasi yang sangat baik. Saya sangat senang karena mungkin dia akhirnya bisa mengakhiri periode panjang ketika dia tidak cukup menentukan bagi kami. Saya berharap dia bisa mempertahankannya," imbuh pelatih asal Jerman itu.

Masa Depan Klub yang Belum Pasti

Beredar laporan bahwa Rashford siap bertahan di Manchester United jika dirinya gagal menyusul langkah Gordon ke Barcelona. Namun, situasi masa depannya di Old Trafford dinilai masih menggantung dan belum menemui kepastian yang jelas.

Rashford kabarnya sempat merasa kecewa saat mendengar Dan Burn berteriak "itulah Barcelona" ketika Gordon mencetak gol dalam sesi latihan menjelang Piala Dunia 2026. Ia juga meragukan klaim Gordon yang mengaku bisa menguasai bahasa Spanyol hanya dalam enam kali pelajaran, berkaca pada kesulitannya sendiri saat sempat dipinjamkan ke Barcelona.

Namun, gol penutup yang dicetak Rashford ke gawang Kroasia menjadi pembuktian tersendiri. Aksi di lapangan tersebut membuktikan bahwa performa nyata jauh lebih bernilai ketimbang pembicaraan di luar lapangan.

Persaingan Internal Skuad Inggris

Tuchel tidak menampik bahwa persaingan di sektor sayap timnas Inggris berjalan amat ketat. Selain di sisi kiri, duel serupa juga terjadi di sektor kanan antara dua penggawa Arsenal, Bukayo Saka dan Noni Madueke.

"Ya, tentu saja selalu ada persaingan. Keempat pemain itu mengalaminya," kata Tuchel.

"Level persaingan mereka sangat tinggi. Terutama dalam sepekan terakhir ketika kami menjalani berbagai sesi latihan 10 lawan 10, latihan penyelesaian akhir, pola serangan, dan pola bertahan," ungkapnya.

"Semua pemain memberikan segalanya, tetapi tetap dengan sikap saling menghormati. Karena itu kami harus membuat beberapa keputusan yang sulit."

"Mereka memahami bahwa kami membutuhkan semuanya. Akan ada saatnya mereka menjadi starter. Akan ada saatnya mereka masuk dari bangku cadangan dan menjadi penentu pertandingan," imbuh Tuchel.

"Masih ada empat pekan lagi. Dalam periode itu mereka harus menerima situasi masing-masing dan menjalaninya. Kami memilih kelompok pemain ini karena yakin mereka mampu melakukannya, dan mereka memang bisa."

Tuchel dikenal sebagai salah satu figur yang mengagumi kemampuan Rashford sejak pertama kali memanggilnya ke tim nasional, meski ia tetap menuntut kontribusi konkret di lapangan.

"Saya pertama kali memanggilnya ketika dia masih menjalani masa peminjaman di Aston Villa," ujar Tuchel.

"Saya menilai kepindahan itu merupakan keputusan yang berani karena Aston Villa adalah tim yang identik dengan kerja sama tim, stabilitas, dan kerja keras tanpa bola. Dia tampil sangat baik di sana sehingga kami memanggilnya."

"Setiap kali berada di pemusatan latihan, saya melihat Marcus yang sangat tenang, terbuka, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik," ujarnya.

"Dalam 17 hari terakhir, sikap itu tidak pernah berubah. Tidak peduli apakah dia menjadi starter atau masuk dari bangku cadangan."

"Dia memang sempat kesulitan memberikan dampak besar ketika bermain sejak awal, tetapi dia selalu berusaha. Dia terus mencoba dan sempat kurang beruntung dalam waktu yang cukup lama," tutur Tuchel.

"Kami berbicara pada Selasa lalu. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya sangat terkesan dengan apa yang ditunjukkannya selama 16 hari terakhir, baik di dalam maupun di luar lapangan."

"Dia terlibat penuh dalam setiap pertemuan tim. Dia juga sangat cepat menerjemahkan apa yang dibahas dalam rapat ke dalam permainan di lapangan," kata Tuchel lagi.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed