Pemain Manchester United Temu Kangen Ruben Amorim di Polandia

Smallest Font
Largest Font

Sejumlah pemain Manchester United menghampiri mantan pelatih mereka, Ruben Amorim, seusai laga pramusim melawan AC Milan di Tarczynski Arena, Wroclaw, Polandia, Sabtu. Momen ini menjadi pertemuan pertama kedua pihak sejak pemecatan Amorim, dilansir dari Bola.

Klub berjuluk Setan Merah tersebut harus mengakui keunggulan AC Milan dengan skor 2-4. Hasil buruk ini menjadi kekalahan kedua bagi Manchester United sepanjang laga pramusim mereka, sebelum para pemain akhirnya memutuskan untuk menyapa mantan juru taktiknya.

Kapten tim Bruno Fernandes memimpin rekan-rekannya dengan menyapa staf kepelatihan terlebih dahulu, diikuti perbincangan singkat bersama kompatriotnya tersebut. Bek Noussair Mazraoui kemudian mendatangi dan memeluk Amorim dengan hangat.

Pemain lain seperti Luke Shaw, Joshua Zirkzee, Ayden Heaven, Lisandro Martinez, hingga Matheus Cunha turut disorot menemui pelatih berusia 41 tahun itu. Pertemuan hangat antara Cunha dan Amorim bahkan diwarnai gelak tawa bersama di lapangan.

Masa kepemimpinan Amorim di Old Trafford berakhir pada Januari lalu usai dipecat akibat meningkatnya ketegangan dengan petinggi klub. Pelatih asal Portugal itu sempat melontarkan kritik terbuka terkait manajemen seusai kekalahan dari Leeds United di Elland Road.

Beberapa waktu setelah mengakhiri masa jabatannya di Inggris, pelatih yang kini menukangi Sporting CP tersebut melakukan evaluasi mendalam atas kegagalan yang dialaminya bersama Manchester United.

"Hal pertama adalah, itu tidak penting lagi. Itulah perasaannya," ujar Amorim.

Ia menambahkan bahwa situasi serta konteks telah berubah seiring berjalannya waktu, sehingga fokus utamanya kini tertuju pada tantangan baru di depan mata.

"Ada sejarah, kemudian sesuatu terjadi, konteks berubah, dan Anda fokus pada tantangan berikutnya. Saya belajar banyak. Akan sulit menunjuk satu hal, tetapi hal penting yang saya tahu dengan jelas adalah saya membuat banyak kesalahan," kata Amorim.

Mantan manajer Setan Merah tersebut juga menyadari bahwa periode buruk yang menimpa tim tidak semata-mata disebabkan oleh faktor eksternal atau pihak lain di dalam manajemen klub.

"Ketika Anda melakukan refleksi seperti ini dan memahami bahwa itu bukan hanya kesalahan mereka, tetapi juga kesalahan saya, saya pikir Anda bisa menjadi pelatih dan manusia yang lebih baik," kata Amorim.

Selama mengasuh Manchester United di Premier League, Amorim mencatatkan persentase kemenangan 32 persen, rasio kebobolan 1,53 gol per pertandingan, dan persentase clean sheet sebesar 15 persen.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed