Newcastle United Pecat Eddie Howe dan Incar Matthias Jaissle
Manajemen Newcastle United resmi mengakhiri kerja sama dengan manajer Eddie Howe secara mendadak. Seperti dilansir dari Bola, sosok pelatih asal Jerman Matthias Jaissle kini mencuat sebagai calon terkuat untuk mengisi kursi kepelatihan di St James' Park. Keputusan perpisahan ini memuncak setelah Newcastle United mencatatkan hasil tidak memuaskan pada kompetisi musim 2025/2026.
Skuad berjuluk The Magpies tersebut terdampar di peringkat ke-12 klasemen akhir usai menelan 17 kali kekalahan serta tertinggal 11 angka dari zona Liga Champions. Kondisi internal Newcastle kian tertekan akibat hasil pramusim yang buruk, termasuk kekalahan telak 1-4 dari Bristol City. Selain masalah performa di lapangan, klub juga kehilangan dua pilar utamanya di bursa transfer, yakni Anthony Gordon dan Sandro Tonali.
Laporan dari Sky Sports News menyebutkan bahwa pembicaraan antara pihak Newcastle United dan Matthias Jaissle sudah mengarah ke tahap lanjutan. Walau nama manajer lain seperti Kieran McKenna serta Antonio Conte sempat masuk radar, Jaissle tetap menjadi figur yang paling berpeluang untuk menduduki jabatan tersebut.
Jaissle yang saat ini menginjak usia 38 tahun tengah menangani klub Arab Saudi, Al-Ahli. Profilnya yang responsif dan berenergi dinilai cocok oleh jajaran direksi Newcastle untuk membimbing proyek jangka panjang klub kembali ke papan atas kompetisi domestik. Karier Jaissle di dunia kepelatihan dimulai bersama tim muda Red Bull, FC Liefering. Nama juru taktik muda ini mulai melambung saat dipercaya menukangi Red Bull Salzburg pada periode 2021 hingga 2023.
Sewaktu berada di Salzburg, Jaissle sukses mempersembahkan gelar juara Liga Austria selama dua musim beruntun plus tambahan satu trofi Piala Austria. Pencapaian beruntun tersebut mengukuhkan reputasi kinerjanya sebagai salah satu pelatih muda potensial di Eropa. Setelah sukses di Austria, Jaissle melanjutkan kiprahnya bersama Al-Ahli. Dari total 138 laga yang dipimpinnya di Arab Saudi, ia sukses membukukan 90 kemenangan, 25 hasil imbang, dan 23 kekalahan, serta menyumbangkan tiga trofi ke lemari juara Al-Ahli.
Peninggalan Eddie Howe dan Perombakan Skuad
Pemberhentian Eddie Howe mengakhiri masa bakti sang pelatih yang sejatinya diperkirakan masih bertahan hingga musim 2026/2027. Howe bertugas sejak November 2021 menggantikan Steve Bruce dan berhasil memberikan pengaruh besar bagi sejarah klub. Prestasi tertinggi Howe adalah membawa Newcastle menjuarai Piala Liga Inggris 2025, yang sekaligus menghentikan dahaga trofi domestik klub selama 70 tahun.
Ia juga berhasil mengantar klub melaju hingga babak 16 besar Liga Champions pada musim sebelumnya. Secara keseluruhan, Howe mencatatkan 112 kemenangan, 48 hasil imbang, dan 71 kekalahan selama hampir lima tahun melatih. Pelatih berusia 48 tahun tersebut dilaporkan memilih untuk beristirahat sejenak dari aktivitas sepak bola sebelum memikirkan langkah karier berikutnya.
Sebagai langkah antisipasi perubahan komposisi tim, Newcastle melacak sejumlah bakat baru. Manajemen telah mendaratkan Bazoumana Toure, Aladji Bamba, Sean Steur, dan Ewen Jaouen, sementara kapten tim Bruno Guimaraes gencar dikabarkan masuk target transfer Arsenal.
Perubahan besar di tubuh tim sebenarnya sudah bergulir sejak kepergian Alexander Isak ke Liverpool pada bursa transfer musim panas lalu. Kehadiran nakhoda baru pengganti Howe diharapkan segera memberi kepastian arah proyek masa depan Newcastle United.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow