Marc Cucurella Isyaratkan Bertahan di Chelsea Usai Bicara dengan Xabi Alonso

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Masa depan Marc Cucurella di Chelsea mulai menemui titik terang setelah sempat diterpa rumor kepindahan pada bursa transfer musim panas. Bek kiri asal Spanyol tersebut sebelumnya dikaitkan dengan pintu keluar Stamford Bridge menyusul kritik terbukanya terhadap manajemen klub setelah kepergian pelatih Enzo Maresca. Seperti dikutip dari Bola, Cucurella kini memberikan isyarat kuat untuk tetap bertahan bersama skuad The Blues.

Pemain berusia 27 tahun itu mengaku telah menjalin komunikasi langsung dengan Xabi Alonso, sosok yang santer dikabarkan menjadi calon manajer baru Chelsea.

Pembicaraan tersebut memberikan impresi positif yang membuat Cucurella tertarik dengan proyek bentukan mantan arsitek Bayer Leverkusen tersebut. Sebelumnya, nama Cucurella masuk dalam radar beberapa klub besar seperti Barcelona dan Atletico Madrid, serta isu reuni dengan Maresca di Manchester City.

Minat klub-klub La Liga ini sejalan dengan keinginan terpendam sang pemain yang sempat menyatakan hasratnya untuk kembali merumput di kompetition Spanyol. Kendati demikian, pandangan Cucurella terhadap masa depannya di London Barat kini berubah menjadi lebih optimis.

Saat diwawancarai oleh Marca mengenai rencana proyek taktik yang diusung oleh Alonso, Cucurella tidak dapat menyembunyikan antusiasmenya. "Saya sudah berbicara dengannya dan dia memberi saya banyak kepercayaan diri," kata Cucurella. Cucurella juga mengumpulkan informasi dari rekan sejawatnya yang pernah merasakan kepemimpinan sang pelatih di Bundesliga.

"I juga berbicara dengan Alejandro Grimaldo dan Borja Iglesias, yang pernah bekerja dengannya, dan mereka mengatakan banyak hal positif tentang dirinya," ujar Cucurella.

"Proyek ini terlihat sangat menarik," imbuhnya. Sejak mendarat di Chelsea, Cucurella memegang peran vital di bawah asuhan beberapa manajer berbeda. Ketika berada di bawah arahan Maresca, perannya berkembang tidak hanya sebagai bek kiri konvensional, melainkan sering bergerak ke tengah untuk menginisiasi serangan.

Gaya bermain tersebut berpotensi mengalami penyesuaian baru di bawah kendali Alonso yang dikenal gemar memakai pakem 3-4-3.

Formasi tersebut terbukti sukses melambungkan Alejandro Grimaldo menjadi salah satu bek sayap paling produktif di Eropa saat membawa Bayer Leverkusen menjuarai Bundesliga 2023/2024. Namun, pendekatan Alonso bersifat adaptif karena ia juga kerap menerapkan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1 semasa melatih Real Madrid.

Kelebihan Cucurella yang fasih berperan sebagai bek kiri murni maupun wing-back dinilai akan mempermudah adaptasinya dengan kebutuhan taktik tersebut.

Tantangan Alonso Menjaga Komitmen Skuad

Alonso dikenal sebagai figur yang menuntut loyalitas penuh dari para pemain di dalam timnya. Langkah komunikasi dini yang dilakukan pria asal Spanyol tersebut menjadi indikasi kuat bahwa ia ingin memastikan kesiapan mental skuad Chelsea sebelum musim bergulir. Salah satu poin keresahan Cucurella sebelumnya berakar dari ambisi klub di bursa transfer setelah dipastikan gagal menembus zona Liga Champions.

Selain Cucurella, Alonso juga mengemban tugas untuk meyakinkan gelandang tim nasional Argentina, Enzo Fernandez, agar tetap berkomitmen pada visi jangka panjang klub.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed