Luis de la Fuente Puji Peran Martin Zubimendi di Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menyanjung gelandang Arsenal, Martin Zubimendi, usai membawa La Roja meraih gelar juara Piala Dunia 2026. De la Fuente menilai Zubimendi merupakan sosok gelandang terbaik kedua di dunia tepat di belakang kapten tim, Rodri.

Sebagaimana dilansir dari Bola, kepemimpinan Rodri menjadi kunci kemenangan Spanyol atas Argentina di partai final Piala Dunia 2026 akhir pekan lalu. Pemain Manchester City tersebut juga dianugerahi penghargaan Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen, mengungguli megabintang Lionel Messi.

Di sisi lain, Zubimendi hanya menorehkan satu penampilan sebagai pemain pengganti saat masuk menggantikan Rodri pada babak pertama perpanjangan waktu di laga puncak. Meski demikian, De la Fuente menegaskan bahwa kontribusi pemain anyar Arsenal itu tetap krusial bagi kedalaman skuad Spanyol.

De la Fuente kemudian membela Rodri dari keraguan publik sebelum turnamen dimulai sekaligus memberikan apresiasi tinggi bagi Zubimendi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara bersama TVE pada Minggu (26/7/2026).

"Dengan segala hormat, dan saya tidak bermaksud menyinggung siapa pun, saya pernah mengatakan bahwa meragukan Rodri adalah penghinaan terhadap kecerdasan sepak bola," ujar De la Fuente.

De la Fuente menegaskan kapasitas lini tengah timnya yang dihuni dua gelandang berkualitas.

"Rodri adalah pemain terbaik di dunia di posisinya. Di belakangnya kami juga memiliki Martin Zubimendi, yang merupakan pemain hebat dan, menurut saya, gelandang terbaik kedua di dunia," kata De la Fuente.

Ia membeberkan bahwa tim pelatih telah menyiapkan rencana matang untuk mengembalikan kondisi Rodri secara bertahap sepanjang turnamen.

"Kami tahu harus mengikuti proses dan jadwal yang sudah ditetapkan. Rodri berkembang dari pertandingan ke pertandingan. Faktanya, Rodri yang hanya berada dalam kondisi 50 persen saja masih lebih baik dibandingkan banyak pemain lain," ujar De la Fuente.

Selain membahas performa timnya, De la Fuente memberikan sorotan terhadap insiden kericuhan yang melibatkan pemain serta staf pelatih Argentina sesudah laga final berakhir. Ia mengaku tidak melihat langsung kejadian tersebut secara rinci karena situasi di lapangan bergerak sangat cepat.

"Saat insiden itu terjadi, saya tidak benar-benar menyadarinya karena semuanya berlangsung sangat cepat," kata De la Fuente.

Meski tidak sempat melihat prosesnya secara langsung, De la Fuente mengecam keras tindakan emosional tersebut.

"Namun, apa pun alasannya, tindakan seperti itu tidak bisa ditoleransi, tidak dapat diterima, dan tidak boleh terjadi," ujar De la Fuente.

Walau melayangkan kritik terhadap kericuhan itu, De la Fuente tetap menaruh rasa hormat terhadap jajaran pemain dan juru taktik lawan.

"Mereka memiliki pemain-pemain hebat yang selama ini saya kagumi, serta pelatih luar biasa yang saya yakin juga kecewa melihat reaksi tersebut," kata De la Fuente.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed