Kibar Bendera Raksasa Aremania Tandai Perdamaian Suporter di Bandung
Atmosfer adem tercipta di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, saat bendera raksasa Aremania berkibar di tengah laga Piala Presiden 2026 pada Sabtu (25/7/2026) malam WIB. Momen bersejarah ini menandai hadirnya kembali pendukung Arema FC di markas Persib Bandung setelah bertahun-tahun terlibat rivalitas sengit.
Aksi saling sahut nyanyian dukungan antara Aremania dan Bobotoh berjalan tertib tanpa gesekan fisik maupun ejekan provokatif, seperti dilansir dari Bola. Kehadiran sekitar 1.000 Aremania di antara total 23.756 penonton membuktikan bahwa persaingan klub dapat berlangsung secara sehat di tribune.
Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, mengapresiasi tinggi kelancaran laga yang menjadi panggung kebersamaan antarsuporter tersebut.
"Selama kita menjaga dengan kualitas pertandingan yang baik, menjaga keamanan yang baik, semuanya rapi, dipastikan dengan baik, mudah-mudahan menjadi pertemuan yang baik antara kedua kelompok suporter," ujar Tsamara Amany.
Ia menambahkan pentingnya kesadaran kolektif untuk menjaga iklim sepak bola yang kondusif meski mendukung tim yang berbeda.
"Yang tentu saja tertib, yang aman, yang nyaman. Tentu saja mudah-mudahan kita semua sadar bahwa berbeda dukungan itu tidak apa-apa, yang penting sama-sama Merah Putih. Kita akan lihat di Piala Presiden 2026," ucapnya.
Sebelum laga dimulai, Manajer Persib, Umuh Muchtar, juga sempat memberikan imbauan khusus kepada Bobotoh agar menjadi tuan rumah yang ramah dan dewasa.
"Saya sudah menyampaikan kepada Bobotoh sejak kemarin. Semoga semua Bobotoh tertib, lebih dewasa, lebih baik. Seperti kemarin ketika pawai juara, tertib dan aman," ucap Umuh Muchtar.
Umuh menekankan bahwa esensi utama dari kompetisi sepak bola adalah sarana hiburan bersama bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Nah, ini pun juga, saya imbau semua harus tertib. Yang namanya pertandingan, ada kalah dan menang. Karena ini hiburan kita bersama," tutur Umuh Muchtar.
Dari sudut pandang teknis, Pelatih Persib, Igor Tolic, menilai kehadiran pendukung kedua tim di dalam satu stadion merupakan norma ideal dalam olahraga.
"Menurut saya, hal seperti ini adalah sesuatu yang normal dan seharusnya ada di setiap pertandingan. Saya pikir sepak bola adalah sepak bola, dan ketika suporter kedua tim berada berdampingan sambil mendukung tim masing-masing, itulah salah satu hal terbaik dalam sepak bola," imbuh Igor Tolic.
Ia menganggap dukungan langsung suporter tim tamu dapat mendongkrak semangat para pemain yang berlaga di lapangan.
"Saat Anda bermain di laga tandang lalu melihat suporter datang untuk mendukung dan membantu tim, menurut saya itu luar biasa bagi tim," kata Igor Tolic.
Juru taktik asal Kroasia tersebut berharap kebijakan kehadiran pendukung tandang dapat diizinkan secara permanen oleh pihak berwenang.
"Jadi, saya berharap situasi seperti ini bisa terjadi di setiap pertandingan, tetapi tentu keputusan apakah itu memungkinkan atau tidak ada di tangan pihak yang berwenang. Namun, menurut saya akan lebih baik jika kedua kelompok suporter bisa hadir di pertandingan," tegasnya.
Harapan serupa dilontarkan pemain senior Persib, Dedi Kusnandar, yang menginginkan tradisi positif ini berlanjut pada kompetisi reguler.
"Harapannya pasti ini situasi yang positif. Mudah-mudahan ke depannya di setiap pertandingan tandang, suporter kita bisa hadir karena suporter itu tenaga kedua kita untuk di pertandingan. Jadi saya berharap di kompetisi bisa berdampingan suporter tamu dan tuan rumah," ungkap Dedi Kusnandar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow