Kemenpora Lepas Dua Tim Indonesia ke Gothia Cup 2026
Kementerian Pemuda dan Olahraga melepas Tim Putri Tangsel City U-15 dan Akademi Persib Cimahi U-13 pada Jumat (10/7/2026) di Jakarta untuk berkompetisi di turnamen Gothia Cup 2026 di Gothenburg, Swedia.
Dilansir dari Bola, kedua tim tersebut dijadwalkan bertanding pada 12 hingga 19 Juli 2026. Tiket ke Swedia didapatkan setelah mereka berhasil menjadi juara dalam ajang Meet The World with SKF Road to Gothia Cup Indonesia 2026.
Acara pelepasan yang diselenggarakan di Kantor Kemenpora, Senayan, tersebut mengusung tema Carrying the Nation's Dream to the World sebagai tanda awal perjuangan pesepak bola muda di tingkat global. PSSI memberikan apresiasi besar terhadap keterlibatan sektor swasta yang dinilai krusial dalam menyokong pembinaan usia dini.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menyatakan bahwa peran korporasi sangat membantu federasi dan pemerintah agar proses pembinaan pemain muda dapat berjalan lebih masif di Indonesia.
"Kami senang ada pihak swasta yang membantu kami dalam pembinaan usia muda. Kami berharap semakin banyak perusahaan di Indonesia yang ikut masuk ke pembinaan pemain usia muda," ujar Arya Sinulingga.
Arya menambahkan bahwa kompetisi internasional ini memberikan kesempatan bagi para pemain untuk mendapatkan pengalaman berharga yang tidak tersedia di turnamen domestik. Pertemuan dengan tim-tim dari berbagai belahan dunia menjadi fokus utama dibanding sekadar mengejar trofi.
"Anak-anak ini akan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Mereka bisa bertanding di luar negeri dan bertemu dengan tim dari berbagai negara. Pada usia ini, yang menjadi prioritas bukanlah hasil atau juara, melainkan pengalaman yang akan sangat bermanfaat untuk perkembangan mereka," tutur Arya Sinulingga.
Pihak sponsor juga menegaskan komitmennya dalam membangun karakter anak bangsa melalui olahraga. Pembentukan mental dan kemampuan adaptasi terhadap tekanan internasional dinilai menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan sepak bola nasional.
Managing Director PT SKF Industrial Indonesia, Anton Bangun, menjelaskan bahwa interaksi budaya dan penguatan mentalitas bertanding jauh lebih krusial dibandingkan dengan hasil akhir di papan skor.
"Ini merupakan bentuk kontribusi SKF untuk anak-anak muda Indonesia agar memiliki karakter yang kuat. Selain itu, they juga bisa saling mengenal budaya dengan negara lain. Tentu harapan semua orang adalah mereka bisa menjadi juara. Namun, yang paling utama adalah mereka mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional," ucap Anton Bangun.
Melalui atmosfer pertandingan internasional, para pemain diharapkan mampu meningkatkan kerja sama tim. Anton menekankan bahwa kesiapan mental ini akan menjadi modal utama bagi mereka saat beranjak ke level profesional.
"Dari pengalaman tersebut, mereka diharapkan memiliki karakter yang lebih baik, memahami bagaimana menghadapi tekanan saat bertanding, serta belajar bekerja sama dalam tim. Karakter itulah yang nantinya akan membentuk mereka menjadi pemain-pemain masa depan yang lebih siap," kata Anton Bangun.
Pihak manajemen juga menegaskan tidak membebani para pemain muda dengan target medali yang spesifik dalam turnamen di Swedia tersebut.
"Tidak ada target yang spesifik. Tentu setiap pemain ingin menang dan menjadi juara. Namun target utama kami adalah mereka mendapatkan pengalaman," papar Anton Bangun.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow