Kantor Pusat DFB Digeledah Polisi Terkait Dugaan Kasus Suap Euro 2024

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Kantor pusat Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) yang berlokasi di Frankfurt digeledah oleh pihak kepolisian. Penggeledahan ini merupakan bagian dari proses hukum atas dugaan kasus suap serta perlakuan istimewa.

Perkara tersebut berkaitan erat dengan pembagian tiket pertandingan dan undangan fasilitas akomodasi hotel selama turnamen Euro 2024. Seperti dikutip dari Bola, kepolisian Negara Bagian Nordrhein-Westfalen memimpin langsung operasi pemeriksaan ini secara serentak di sejumlah kawasan Jerman.

Aparat keamanan tidak hanya menyasar kantor DFB. Sejumlah balai kota di wilayah yang menjadi penyelenggara Euro 2024 juga turut diperiksa.

Kasus hukum ini mencuat hanya berselang dua hari dari tersingkirnya Timnas Jerman pada ajang Piala Dunia 2026. Skuad Die Mannschaft terdepak di babak 32 besar setelah menelan kekalahan lewat adu penalti saat menghadapi Paraguay.

Penyelidikan hukum difokuskan pada dugaan distribusi ribuan tiket laga serta fasilitas menginap hotel kepada pihak-pihak tertentu. Seluruh rangkaian peristiwa tersebut terjadi saat Jerman bertindak menjadi tuan rumah turnamen yang bergulir di 10 kota.

Pihak berwenang mengarahkan perhatian investigasi kepada dua orang individu. Terduga tersebut meliputi seorang warga negara Jerman yang berumur 66 tahun dan seorang warga negara Prancis yang berusia 46 tahun.

Dua orang ini disinyalir terlibat dalam skema perlakuan istimewa yang terstruktur dan tindakan penyuapan. Selain itu, beberapa pegawai di pemerintah daerah yang bertugas sepanjang Euro 2024 juga berpotensi terseret kasus.

Atas izin pengadilan, pemeriksaan administratif dilakukan pada sejumlah kota. Wilayah tersebut meliputi Gelsenkirchen, Dortmund, Dusseldorf, Cologne, Hamburg, Berlin, Frankfurt, Stuttgart, Munich, serta Leipzig.

Operasi penggeledahan oleh kepolisian juga menyasar sektor swasta. Petugas memeriksa dua perusahaan yang berbasis di Nordrhein-Westfalen serta satu korporasi di wilayah Bavaria.

Rincian Aliran Dana dan Fasilitas

Warga negara Prancis yang berstatus tersangka diduga memberikan undangan kepada para kepala kantor penyelenggara Euro 2024 di kota-kota tuan rumah. Fasilitas tersebut berupa akses untuk menyaksikan langsung pertandingan besar di stadion.

Di sisi lain, tersangka berkebangsaan Jerman ditengarai terkait dengan pertandingan semifinal yang mempertemukan Spanyol dan Prancis di Munich. Pria ini diketahui merupakan mantan pegawai pemerintah Kota Gelsenkirchen.

Kedua individu tersebut diduga kuat telah menerima dana segar sebesar 2.400 euro. Nilai tersebut belum termasuk fasilitas perjalanan serta akomodasi penginapan hotel yang mereka dapatkan.

Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka asal Jerman itu sebelumnya sempat tersangkut persoalan hukum lain. Kasus tersebut meliputi dugaan penipuan, penahanan, serta penggelapan terhadap pembayaran upah pekerja.

Menteri Dalam Negeri Nordrhein-Westfalen, Herbert Reul, memberikan pernyataan tegas mengenai komitmen penegakan hukum terhadap penyalahgunaan wewenang pada sektor pelayanan publik.

"Tiket pertandingan sepak bola bukan bagian dari gaji," ujar Reul.

"Siapa pun yang bekerja di sektor pelayanan publik dan mengharapkan suap akan kami datangi," ucap Reul.

"Ajang besar seperti Euro sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat, baik terhadap olahraga maupun kepada otoritas yang memungkinkan turnamen itu terselenggara," kata Reul.

"Kami tidak akan membiarkan kepercayaan tersebut dirusak hanya karena beberapa undangan dan tiket pertandingan," tutur Reul.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed