Hugo Ekitike Alami Cedera Tendon Achilles dan Gagal Main di Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Mimpi buruk menimpa penyerang andalan Liverpool, Hugo Ekitike, yang dipastikan kehilangan kesempatan tampil dalam turnamen Piala Dunia 2026 bersama Timnas Prancis. Seperti dilansir dari Bola, pemain berusia 23 tahun tersebut mengalami cedera parah yang menyudahi musimnya lebih cepat.

Musibah tersebut terjadi akibat putusnya tendon Achilles sewaktu Liverpool menghadapi Paris Saint-Germain pada pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions. Ekitike mendadak terjatuh tanpa adanya benturan fisik dengan pemain lain ketika berupaya mengubah arah lari di lapangan.

Mantan gelandang Tottenham, Jamie O’Hara, menyatakan bahwa robeknya tendon Achilles kini menjadi jenis cedera yang paling ditakuti oleh para pesepak bola, bahkan melebihi cedera ACL.

"Dengan ACL, Anda merasa teknologi bedah saat ini bisa membuat Anda kembali normal. Tapi jika Achilles Anda putus, jalan kembalinya sangat panjang. Dan Anda akan menjadi pemain yang berbeda saat kembali nanti," ujar O’Hara.

Spesialis pencegahan cedera, Luke Anthony, menjelaskan bahwa tingkat kesulitan penanganan cedera ini terletak pada karakteristik mekanis tendon itu sendiri. Achilles bertindak sebagai penghubung otot betis ke tulang tumit yang berfungsi layaknya pegas utama untuk akselerasi, melompat, serta mengubah arah gerakan.

Beban yang diterima oleh tendon tersebut sewaktu seorang atlet melakukan sprint dapat mencapai 3 hingga 5 kali lipat dari berat badan mereka. Angka ini setara dengan tekanan berbobot ratusan kilogram.

Spesialis kaki dan pergelangan kaki, Pieter D’Hooghe, memaparkan data mengenai dampak cedera Achilles pada olahragawan profesional. Sebanyak 20 persen pemain sepak bola elite tercatat tidak mampu meraih kembali tingkat performa terbaik mereka setelah pulih.

Kasus kegagalan kembali ke performa semula juga ditemukan pada cabang olahraga lain. Sebanyak 25 persen atlet rugby dan 35 persen pemain American Football mengalami kendala serupa.

Tindakan operasi menjadi opsi utama untuk meminimalkan risiko putus kembali serta mengembalikan kekuatan kaki secara lebih cepat. Pemulihan pascaoperasi membutuhkan komitmen besar karena proses rehabilitasi mengambil porsi 75 persen dari total solusi penyembuhan.

Proses pemulihan pascaoperasi ini memakan waktu paling sedikit 6 hingga 9 bulan yang terbagi ke dalam tiga fase utama. Tahap pertama melibatkan imobilisasi total menggunakan sepatu pelindung khusus selama 6 hingga 12 pekan tanpa boleh menapakkan kaki.

Fase kedua berfokus pada pemulihan gerak melalui latihan beban ringan dan aktivitas di dalam kolam renang selama 3 sampai 5 bulan. Tahap terakhir adalah fase ledak setelah bulan keenam yang melatih kemampuan melompat serta pergerakan rintangan sebelum kembali ke lapangan hijau.

Dampak Psikologis bagi Pemain

Pengalaman pahit serupa pernah dilewati oleh dua mantan penggawa Chelsea, Ruben Loftus-Cheek dan Callum Hudson-Odoi, yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mengembalikan performa fisik mereka.

"Pemulihan saya memakan waktu lebih lama dan saya harus bersabar. Saya kembali dari cedera tetapi tidak merasa seperti diri saya sendiri, tidak merasa bertenaga, tidak bisa melewati orang lain dan merasa seperti kehilangan banyak otot dan kekuatan," kenang Loftus-Cheek yang kini memperkuat AC Milan.

Callum Hudson-Odoi, yang menderita cedera serupa pada April 2019, mengutarakan sulitnya mengembalikan kecepatan dan ketajaman di lapangan.

"Cedera itu sangat menguras otot betis dan bagian tubuh lainnya. Anda tidak akan merasa sama seperti dulu. Saya rasa Anda tidak akan pernah sama seperti sebelumnya." kata Callum Hudson-Odoi kepada The Guardian.

Hudson-Odoi yang sekarang membela Nottingham Forest juga menambahkan mengenai usahanya dalam proses pemulihan tersebut.

"Saya memaksakan diri setiap hari untuk memastikan saya kembali tanpa cedera. Tapi cedera ringan memang terjadi, hal-hal seperti itu bisa terjadi," ungkap Hudson-Odoi.

Ekitike kini harus menjalani masa pemulihan panjang di Liverpool. Para ahli mengingatkan bahwa keberhasilan penyembuhan tendon Achilles sangat bergantung pada kepatuhan terhadap proses biologi tubuh, bukan sekadar target waktu di kalender.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed