Getafe Kehilangan Uche Usai Ditekel Pemain Monaco
Getafe dipastikan kehilangan penyerang Christantus Uche sepanjang musim 2026/2027 akibat cedera dislokasi lutut dan robekan ligamen saat menghadapi AS Monaco di Stade Louis-II pada laga pramusim. Cedera parah tersebut terjadi usai Uche menerima tekel keras dari bek Monaco, Christian Mawissa, seperti dilansir dari Bola.
Insiden tersebut membuat wasit langsung melayangkan kartu merah kepada Mawissa. Sementara itu, Uche yang sempat mendapat perawatan tim medis di lapangan harus ditandu keluar dan kini memerlukan tindakan operasi untuk proses penyembuhan.
Dampak tekel tersebut memicu desakan publik di media sosial agar FIFA mengubah regulasi hukuman bagi pemain yang menyebabkan lawan cedera parah, termasuk usulan sanksi larangan bertanding hingga korban kembali pulih.
"Menurut berbagai surat kabar, Uche akan melewatkan seluruh musim bersama Getafe karena tekel kriminal Mawissa (Monaco) dalam pertandingan persahabatan. Lututnya hancur. Mawissa seharusnya tidak bermain sampai Uche pulih," tulis seorang pengguna media sosial.
Desakan tersebut berlanjut dari warganet lain yang menginginkan sanksi tegas hingga pemotongan gaji bagi pelaku tekel berbahaya.
"Seharusnya ada aturan FIFA. Siapa pun yang mencederai pemain lain melalui tekel ceroboh atau dengan kekuatan berlebihan harus diskors dari semua kompetisi sampai pemain yang cedera kembali bermain. Selama periode itu, mereka menerima gaji minimum di liganya," tulis pengguna lain.
Pengguna lainnya juga menilai sanksi yang ada saat ini masih terlalu ringan dibanding kerugian yang dialami korban.
"Sungguh memalukan. Dia seharusnya diskors selama pemain tersebut membutuhkan waktu untuk pulih. Saya setuju dengan itu."
Kritik lain turut menuntut tanggung jawab finansial dari klub pelaku tekel terhadap proses pemulihan korban.
"Monaco harus membayar seluruh rehabilitasi Uche dan membebankannya kepada Mawissa. Hal-hal seperti ini harus dihukum berat, meskipun tidak disengaja."
Warganet juga menyoroti pentingnya penghapusan ketidakseimbangan antara sanksi kartu dan durasi cedera pemain.
"Kapan mereka akan menghapus proporsionalitas antara tekel, cedera, dan sanksi, dengan hukuman yang diberikan secara satu banding satu, yakni pemain dihukum dan dilarang bermain sampai pemain yang cedera kembali? Sudah cukup dengan hukuman yang terlalu ringan," tulis seorang pengguna.
Laga pramusim itu sendiri berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan AS Monaco lewat gol penalti Paris Brunner di babak kedua.
"Saya benar-benar turut prihatin atas apa yang dialami Christantus Uche. Kami tidak pernah ingin melihat hal seperti ini terjadi di lapangan. Saya mendoakan pemulihan yang cepat dan berharap dia bisa kembali secepat mungkin," ujar Filipe Luis, Pelatih AS Monaco.
Pihak Getafe kemudian merespons pernyataan tersebut dengan menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh pelatih dan klub lawan.
"Terima kasih kepada Filipe Luís dan @AS_Monaco atas perhatian serta perlakuan yang diberikan kepada pemain kami, Christantus Uche. Kami mendoakan yang terbaik untuk musim 2026/2027," tulis Getafe.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow