Florentino Perez Kejar Rodri untuk Perkuat Lini Tengah Real Madrid

Smallest Font
Largest Font

Kebijakan transfer Florentino Perez di Real Madrid kembali menjadi sorotan setelah klub dikabarkan mengejar gelandang Manchester City, Rodri, untuk memperkuat lini tengah.

Langkah ini dinilai bertolak belakang dengan pendekatan Perez yang selama ini lebih mengutamakan pemain bertipe menyerang. Pada 2003, Perez pernah mengkritik Claude Makelele setelah gelandang bertahan itu hengkang ke Chelsea.

"Dia bukan pemain yang unggul dalam duel udara dan jarang mengoper bola lebih dari tiga meter," ujar Perez saat itu, dilansir dari Bola.

Keputusan melepas Makelele kemudian dianggap sebagai kesalahan besar karena Madrid kesulitan menjaga keseimbangan lini tengah, yang terlalu banyak diisi pemain menyerang.

Legenda klub Zinedine Zidane mengibaratkan keputusan tersebut, "Mengapa menambahkan lapisan cat emas pada Bentley ketika mesinnya justru hilang?"

Lebih dari dua dekade berselang, Perez masih mempertahankan kecenderungan mengutamakan pemain menyerang. Dari 20 rekrutan termahal, hanya enam pemain bertahan atau defensif, dan hanya Aurelien Tchouameni yang berposisi gelandang bertahan murni.

Dalam kampanye pemilihan presiden klub tahun ini, Perez menyatakan, "Kami selalu membutuhkan lebih banyak penyerang." Real Madrid kini dikabarkan akan mendatangkan Yan Diomande dengan nilai transfer lebih dari 100 juta euro.

Padahal, sejak Toni Kroos pensiun dan Luka Modric hengkang, Madrid belum menemukan pengganti sepadan di lini tengah. Dalam 12 tahun terakhir, Madrid hanya membeli tiga gelandang bertahan, berbeda dengan Barcelona yang merekrut 14 pemain serupa.

Upaya mendatangkan Rodri dianggap langkah tidak biasa karena karakter permainan Rodri mirip Makelele yang dulu dikritik Perez, menurut Bola.

Rodri tidak dikenal sebagai pencetak gol atau pemain dribel, namun Madrid siap mengeluarkan dana lebih dari 50 juta euro untuk merekrutnya, meski kontraknya tinggal satu musim. Rodri juga pernah cedera ligamen lutut pada 2024 dan menjalani operasi punggung musim panas ini.

Usianya yang sudah lebih dari 30 tahun berbeda dengan kebijakan transfer Madrid era kedua Perez yang mengutamakan pemain di bawah 25 tahun.

Sepanjang musim panas ini, Perez disebut belum tertarik merekrut Rodri, tapi situasi berubah setelah Rodri tampil impresif sebagai kapten Spanyol di Piala Dunia 2026, membawa timnya juara dan memecahkan rekor operan.

"Rodri juga berpeluang menutup tahun sebagai peraih Ballon d'Or untuk kedua kalinya. Ditambah kondisi kontraknya, ia menjadi pemain yang sulit dicari penggantinya," tulis Bola.

Real Madrid juga mulai mengubah kebijakan transfer dengan mendatangkan pemain berpengalaman seperti Bernardo Silva dan Denzel Dumfries sebagai bagian proyek pembangunan tim di bawah Jose Mourinho.

Sejak merekrut Kylian Mbappe dua tahun lalu dan ditinggal Toni Kroos, Madrid belum meraih trofi besar, kondisi mirip era Galacticos pertama setelah kepergian Makelele.

Menurut Bola, kehadiran Rodri memberi peluang Perez memperbaiki kesalahan masa lalu dan membangun tim lebih seimbang.

Pada 2024, Rodri menyatakan, "Ketika Real Madrid menghubungi seorang pemain, panggilan tersebut selalu layak diperhatikan." Kini, Madrid mulai memberikan perhatian kepada Rodri.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed