FIGC Dekati Pep Guardiola untuk Tukangi Timnas Italia

Smallest Font
Largest Font

Federasi Sepak Bola Italia atau FIGC dilaporkan telah melakukan pendekatan kepada Pep Guardiola untuk mengisi posisi pelatih kepala Timnas Italia. Langkah ini memicu peluang baru bagi juru taktik asal Spanyol tersebut untuk merambah karier di level internasional. Seperti dikutip dari Bola, kehadiran mantan pelatih Barcelona ini diharapkan mampu membawa perubahan besar bagi Gli Azzurri.

Italia saat ini sedang berupaya bangkit setelah mengalami penurunan performa yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tim yang mengoleksi empat gelar Piala Dunia dan dua trofi Piala Eropa ini bahkan gagal menembus putaran final Piala Dunia dalam tiga edisi beruntun. Langkah mereka menuju Piala Dunia 2026 terhenti di babak play-off Eropa setelah kalah adu penalti dari Bosnia-Herzegovina.

Kekalahan tersebut sekaligus menyudahi masa bakti Gennaro Gattuso di kursi kepelatihan pada April lalu. Kondisi ini membuat Italia terlempar dan kini menduduki peringkat ke-15 dunia dalam ranking FIFA.

Tugas berat sudah menanti Guardiola jika ia sepakat menerima pinangan FIGC. Mengingat dinamika tim nasional sangat berbeda dengan klub, ia dituntut mampu menanamkan identitas permainan kuat dalam waktu latihan yang relatif terbatas. Target terdekat yang harus dicapai adalah mengamankan tiket menuju putaran final Euro 2028 di Inggris dan Irlandia. Proses kualifikasi untuk turnamen bergengsi tersebut dijadwalkan bakal bergulir mulai tahun 2027.

Sebelum melangkah ke kualifikasi, Gli Azzurri harus terlebih dahulu melewati jadwal padat di ajang UEFA Nations League. Kompetisi ini akan menjadi panggung awal untuk menguji efektivitas filosofi sepak bola Guardiola bersama skuad Italia. Pertandingan perdana yang berpotensi menjadi debutnya adalah laga kontra Belgia di Stadion Olimpico, Roma, pada 25 September. Menariknya, stadion ini merupakan markas AS Roma, klub yang pernah dibela Guardiola saat masih aktif sebagai pemain.

Selain Belgia, Italia juga tergabung dalam grup yang sama dengan Turki dan Prancis. Enam pertandingan yang terjadwal dari September hingga November akan menjadi tolok ukur awal bagi konsistensi performa tim. Kendati demikian, rencana ini masih berbenturan dengan pernyataan Guardiola sebelumnya mengenai keinginan untuk beristirahat. Setelah menghabiskan waktu satu dekade bersama Manchester City, keputusan untuk menyelaraskan waktu pemulihan dengan tuntutan kompetisi internasional menjadi pertimbangan besarnya.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed