FIFA Membela Gianni Infantino dari Tuduhan Pencemaran Nama Baik

Smallest Font
Largest Font

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengeluarkan pernyataan resmi pada Minggu (9/8/2026) guna membela Presiden Gianni Infantino dari upaya terkoordinasi yang dinilai bertujuan merusak reputasi dan melonggarkan kepemimpinannya, seperti dilansir dari Bola.

Langkah tegas ini diambil FIFA setelah UEFA mengonfirmasi adanya pembayaran masa lalu kepada mantan pegawai perempuan yang sempat dikaitkan dengan Infantino saat dirinya masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA.

Pihak federasi menilai ada pihak tertentu yang sengaja menyebarkan informasi menyesatkan karena gagal mencapai tujuan melalui proses demokratis internal organisasi.

"Semakin jelas terlihat bahwa ada upaya terkoordinasi dan berkelanjutan dari sejumlah pihak untuk melemahkan FIFA dan presidennya," kata FIFA.

Federasi menegaskan bahwa tuduhan tanpa dasar tidak seharusnya disajikan sebagai sebuah fakta kepada publik.

"Mereka yang tidak mendapatkan dukungan dari asosiasi anggota FIFA seharusnya tidak berusaha mencapai tujuan melalui tuduhan, insinuasi, atau informasi yang menyesatkan, sesuatu yang tidak dapat mereka capai melalui proses demokratis yang telah ditetapkan FIFA," ujar FIFA.

FIFA menekankan bahwa klaim yang beredar tidak didukung bukti autentik dan dibuat secara tidak benar.

"Pemberitaan terbaru memuat sejumlah pernyataan yang tidak didukung bukti serta klaim yang secara nyata tidak benar mengenai FIFA dan presidennya. Spekulasi dan insinuasi tidak seharusnya disajikan sebagai fakta, dan pengulangan tidak lantas membuat sebuah tuduhan menjadi benar," ucap FIFA.

FIFA mengingatkan bahwa pengulangan narasi tidak akan pernah mengubah sebuah tuduhan menjadi kebenaran fakta.

"Presiden FIFA telah mendedikasikan lebih dari 30 tahun kehidupan profesionalnya untuk sepak bola Eropa dan dunia, serta berkontribusi terhadap perubahan signifikan dalam olahraga ini, khususnya dalam memperluas akses, sumber daya, dan kesempatan di seluruh dunia," lanjut FIFA.

Organisasi sepak bola dunia ini menilai perubahan yang diusung Infantino memang berisiko menantang berbagai kepentingan lama.

"Perubahan tidak dapat dihindari akan menantang kepentingan-kepentingan yang sudah mapan. Namun, ketidaksepakatan terhadap perubahan tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk melemahkan mandat demokratis presiden FIFA maupun institusi yang dipimpinnya berdasarkan hasil pemilihan," tegas FIFA.

Meskipun terbuka terhadap pengawasan yang sah, FIFA menolak keras segala bentuk manipulasi fakta yang bertujuan menghambat kemajuan.

"FIFA menyambut baik pengawasan yang sah. Namun, pengawasan bukanlah izin untuk memutarbalikkan fakta, memperbesar tuduhan yang tidak didukung bukti, atau menciptakan pengalihan perhatian yang bertujuan menghambat kemajuan. Jika pemberitaan tidak akurat atau menyesatkan, FIFA akan menanggapinya secara langsung dan tegas," pungkas FIFA.

FIFA memastikan fokus utama mereka tetap terarah sepenuhnya kepada 211 asosiasi anggota di seluruh dunia.

"Tanggung jawab FIFA adalah kepada 211 asosiasi anggotanya dan kepada sepak bola di seluruh dunia. Kami tidak akan teralihkan atau menyimpang dari upaya memperkuat organisasi, memberikan manfaat bagi asosiasi anggota, serta melanjutkan pekerjaan untuk menjadikan sepak bola benar-benar mendunia. Melalui presiden FIFA dan jajaran administrasi FIFA, fokus kami tetap tertuju pada misi tersebut, dan kami semakin bertekad untuk mewujudkannya," tutup FIFA.

Di sisi lain, UEFA mengonfirmasi pembayaran kepada mantan pegawainya telah sesuai dengan aturan yang berlaku saat itu, sebelum regulasi pembayaran pensiun diperketat sejak 2016.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow