Divaldo Alves Resmi Latih GD Interclube di Liga Angola
Mantan pelatih Persik Kediri, Divaldo Alves, memulai karier kepelatihan baru di benua Afrika. Juru taktik asal Portugal tersebut resmi diumumkan sebagai pelatih kepala baru GD Interclube pada Kamis (25/6/2026), seperti dikutip dari Bola.
GD Interclube merupakan salah satu tim yang berkompetisi di Girabola, kasta tertinggi dalam piramida Liga Angola. Sebelum berlabuh di Afrika, Divaldo Alves sempat menangani dua klub berbeda di kompetisi sepak bola Indonesia pada musim 2025/2026.
Ia mengawali kiprahnya pada musim tersebut bersama PSBS Biak. Memasuki putaran kedua BRI Super League, pelatih berusia 47 tahun itu kemudian berpindah tugas untuk menakhodai Persijap Jepara.
Divaldo Alves menjelaskan bahwa klub barunya merupakan salah satu kekuatan besar dalam kancah sepak bola Angola. Tim ini memiliki rekam jejak sejarah yang panjang serta pernah merengkuh gelar juara di kompetisi domestik.
Menurut penilaiannya, GD Interclube didukung oleh fasilitas olahraga serta struktur organisasi klub yang sangat profesional. Selain fokus pada sepak bola, organisasi ini juga mengelola cabang olahraga lain seperti bola basket, bola voli, hingga handball.
"Di sini so far so good. Interclube adalah klub besar di sini, klub yang sudah pernah juara. Mereka punya struktur bagus. Klub ini milik polisi Angola, mereka yang punya," ujar Divaldo.
Manajemen klub memberikan misi khusus kepada sang pelatih untuk membawa tim kembali ke papan atas. Pada musim pertamanya, target yang dibebankan adalah membawa tim finis di posisi tiga besar klasemen.
"Mereka sudah beberapa lama mereka enggak juara, mereka mau juara lagi. Jadi manajemen kasih challenge itu ke saya supaya tim bisa kembali lagi," kata Divaldo.
"Andai tidak juara tapi tetap di atas, di top 3 lah minimal. Ya tahun kedua, fokus kejar juara. Tapi kalau bisa juara piala atau apa, mereka pasti bahagia sekali," sambungnya.
Divaldo Alves mendapatkan ikatan kontrak kerja berdurasi satu tahun. Dalam kesepakatan tersebut, terdapat klausul perpanjangan otomatis jika target pada tahun pertama berhasil dipenuhi.
"Berarti itu butuh proses, perlu waktu dan objektif pertama, mungkin persiapan dan kekuatan tim untuk tahun pertama. Terus nanti tahun kedua, juara seperti yang saya billing. Tapi kalau bisa ya," ucap Divaldo.
Bawa Video Analis dari Indonesia
Dalam menjalani karier barunya di Angola, Divaldo Alves turut memboyong tenaga profesional dari Indonesia yaitu Zulfikar Firmansyah. Zulfikar sebelumnya pernah bekerja bersama sang pelatih sebagai video analis di Persik Kediri.
"Saya bawa satu orang Indonesia, analis, Zulfikar. Saya sudah kerja sama dia di Persik. Dia punya potensi besar untuk kerja di sepak bola Eropa. Dia pintar, orang yang paham semua yang saya minta," pujinya.
"Saya bawa Zulfikar untuk kasih kesempatan. Apalagi saya juga enggak bisa lupa bahasa Indonesia. Saya juga bawa satu orang manajer dan asisten dari Portugal, dia sudah pernah kerja sama saya," imbuh dia.
Zulfikar Firmansyah memiliki rekam jejak yang panjang sebagai video analis di sepak bola nasional. Ia tercatat pernah membantu Nova Arianto di Timnas Indonesia U-16, bekerja bersama Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-22, serta bertugas di Persik Kediri dan Mataram Utama.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow