Arsenal Juarai Premier League di Tengah Kegagalan Liga Champions
Suporter Arsenal menunjukkan dukungan luar biasa kepada bek Gabriel Magalhaes setelah kekalahan dari Paris Saint-Germain (PSG) di final Liga Champions 2025/2026, yang berimbas pada lonjakan penjualan jerseynya hingga 350 persen.
Dilansir dari Bola, kegagalan Gabriel sebagai eksekutor terakhir dalam adu penalti membuat PSG memastikan gelar juara selama dua musim beruntun, namun penjualan jersey sang bek justru menjadi yang tertinggi di toko resmi klub sepanjang akhir pekan setelah laga hari Sabtu lalu.
Meskipun terpukul atas hasil tersebut, bek asal Brasil itu langsung menyampaikan pesan emosional kepada para penggemar Meriam London melalui akun media sosial pribadinya.
"Kekalahan ini menyakitkan, tetapi saya bergembira dengan tim ini dan semua yang telah kami capai sepanjang musim 2025/2026," tulis Gabriel Magalhaes, Bek Arsenal.
Pemain berusia 28 tahun itu juga menyampaikan apresiasi mendalam karena para pendukung setia klub tetap mendampingi perjuangan tim di sepanjang kompetisi.
"Terima kasih kepada para suporter luar biasa yang selalu mendukung kami di setiap langkah perjalanan ini. Kalian pantas merayakan perjalanan ini bersama kami. Sampai jumpa musim depan!" lanjut Gabriel Magalhaes, Bek Arsenal.
Selain Gabriel, rekrutan baru Arsenal dari Crystal Palace, Eberechi Eze, juga gagal mencetak gol dalam babak adu penalti yang krusial tersebut.
Gelandang Arsenal, Declan Rice, langsung pasang badan dan menegaskan bahwa kedua rekannya itu tidak pantas disalahkan atas kegagalan meraih trofi bergengsi Eropa.
"Mereka sangat terpukul karena gagal mengeksekusi penalti di final Liga Champions," kata Declan Rice, Gelandang Arsenal kepada TNT Sports.
Rice menambahkan bahwa situasi sulit seperti itu merupakan hal yang lumrah dalam sepak bola dan seluruh tim tetap memberikan kasih sayang serta dukungan penuh.
"Itu bukan hal yang menyenangkan. Tetapi, kami mencintai mereka, kami mendukung mereka, dan hal seperti itu memang terjadi dalam sepak bola. Mereka bukan pemain terakhir yang gagal mengeksekusi penalti di final," imbuh Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Mantan pemain West Ham itu turut mengingatkan betapa besarnya peran kedua pemain dalam membawa Arsenal mengamankan trofi domestik utama musim ini.
"Semua orang pernah gagal mengeksekusi penalti, dan tanpa mereka berdua musim ini, kami tidak akan memenangkan Premier League, itu sudah pasti." kata Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Rice menilai kontribusi gol-gol penting dari Eze serta performa konsisten Gabriel di lini belakang merupakan alasan utama klub bisa bersaing di level tertinggi.
"Saya sudah kehabisan kata-kata untuk menggambarkan Gabriel, baik sebagai pribadi maupun sebagai pemain. Begitu juga Eze. Lihat saja gol-gol penting yang dia cetak musim ini. Ini kejam, tetapi inilah sepak bola," lanjut Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Kendati harus merelakan trofi Liga Champions, Arsenal berhasil mengakhiri puasa gelar Premier League selama 22 tahun dan merayakannya lewat pawai kemenangan di London Utara pada hari Minggu.
Di sela-sela perayaan juara liga yang dihadiri hingga satu juta orang itu, Eze mengunggah refleksi personalnya mengenai musim ini ke media sosial.
"Saya mencintai perjalanan ini dan bersyukur kepada Tuhan atas setiap bagian yang saya alami di dalamnya," tulis Eberechi Eze, Gelandang Arsenal.
Gabriel sendiri tercatat telah mengoleksi 261 penampilan sejak didatangkan dari Lille pada 2020, termasuk menjadi starter dalam 30 laga Premier League dan 11 pertandingan Liga Champions musim ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow