Andrea Pirlo Buka Suara Terkait Kontroversi Calon Pelatih Italia

Smallest Font
Largest Font

Legenda sepak bola Italia, Andrea Pirlo, memberikan klarifikasi terbuka setelah namanya terseret kontroversi yang mengancam peluangnya menjadi pelatih Timnas Italia pada Senin (27/7/2026). Seperti dilansir dari Bola, mantan pemain Juventus tersebut menegaskan bahwa keterikatannya dengan kontrak komersial tidak memiliki motif politik sama sekali.

Peluang Pirlo untuk menggantikan Luciano Spalletti mendadak meredup setelah keterlibatannya sebagai duta merek sebuah perusahaan asal Rusia terungkap ke publik. Kontroversi tersebut mencuat lantaran Pirlo sempat menghadiri acara promosi di Moskow pada Mei 2026, sementara aturan di Italia melarang promosi kegiatan perjudian.

"Dalam beberapa hari terakhir, saya menyaksikan dengan sangat sedih perdebatan yang berkembang mengenai nama saya dan kemungkinan menjadi pelatih Timnas Italia," tulis Pirlo.

Mantan pelatih Sampdoria tersebut menjelaskan alasan di balik sikap diamnya selama beberapa hari terakhir sebelum akhirnya memutuskan untuk menyampaikan pernyataan resmi demi menjaga integritas semua pihak yang terlibat dalam proses seleksi.

"Sebagai bentuk penghormatan kepada institusi, Federasi, dan semua pihak yang terlibat, saya memilih tetap diam hingga saat ini. Namun, saya merasa perlu menjelaskan beberapa hal," kata Pirlo.

Ia menambahkan bahwa kesepakatan kerja sama profesional tersebut dibuat secara sah saat dirinya masih berkarier di Uni Emirat Arab dan murni berorientasi pada kegiatan olahraga serta komersial.

"Kerja sama profesional yang kini menjadi bahan kontroversi merupakan bagian dari pengalaman kerja saya di Uni Emirat Arab dan sepenuhnya bersifat komersial serta olahraga," tulis Pirlo.

Gelandang yang membawa Italia menjuarai Piala Dunia 2006 itu menolak keras adanya narasi politik yang dikaitkan dengan aktivitas profesionalnya di luar lapangan.

"Memberikan makna politik terhadap kerja sama tersebut berarti menisbatkan pandangan yang tidak pernah saya ungkapkan dan tidak pernah saya miliki," tegas Pirlo.

Selain memberikan klarifikasi, Pirlo juga menyampaikan apresiasi khusus kepada dua figur penting yang mengawal bursa calon pelatih baru Gli Azzurri.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Paolo Maldini dan Leonardo atas rasa hormat dan kepercayaan yang mereka tunjukkan kepada saya," tutur Pirlo.

Ia mengagumi profesionalisme dan dedikasi yang ditunjukkan oleh jajaran pimpinan sepak bola Italia tersebut dalam menjalankan tugas mereka.

"Saya mengenal kompetensi, keseriusan, dan kecintaan mereka terhadap sepak bola Italia," kata Pirlo.

Ia meratapi bagaimana isu olahraga kini bergeser menjadi opini publik yang dipenuhi asumsi tidak berdasar mengenai komitmen nasionalismenya.

"Saya menyesalkan keputusan yang seharusnya hanya berkaitan dengan sepak bola justru terseret menjadi perdebatan publik yang mengaitkan saya dengan makna dan niat yang bukan milik saya," ujar Pirlo.

Ia menegaskan bahwa kecintaannya terhadap negara tidak akan pernah berkurang hanya karena polemik jabatan pelatih kepala.

"Cinta saya kepada Italia tidak bergantung pada sebuah pekerjaan. Itu adalah bagian dari sejarah, identitas, dan akan selalu menjadi bagian dari diri saya," tutup Pirlo.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kini dilaporkan mulai mengalihkan fokus ke kandidat lain untuk mengisi posisi pelatih kepala. Situasi ini juga memicu rumor bahwa Direktur Teknik FIGC, Paolo Maldini, mempertimbangkan untuk mundur jika calon pilihannya gagal diusung.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed