by

Tips Memilih Power Bank Berkualitas Terbaik yang Tahan Lama

Seberapa sering sih kalian mengecek handphone kalian? Atau malah, kalian tidak bisa lepas dari smartphone? Kalau jawabannya, iya, pasti kalian sering kehabisan daya baterai. Tahukah kalian? Baterai ponsel yang sering dibiarkan habis hingga benar-benar habis akan mempersingkat umur dari baterai itu sendiri.

Karena, proses pengisian baterai dari 0% membutuhkan tenaga yang lebih banyak. Akibatnya, baterai akan lebih mudah menggembung dan bocor. Nah, untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya isi lah daya baterai saat masih 30-50%. Namun, jika sering beraktivitas di luar ruang, kamu bisa menggunakkan power bank sebagai solusi.

Meskipun saat ini tersedia berbagai jenis baterai eksternal, kamu tidak boleh asal dalam membelinya. Untuk itu, yuk intip tips memilih power bank yang berkualitas serta awet!

Tips Memilih Power Bank yang Baik

Langsung saja inilah Tips, trik & informasi terkini tentang memilih power bank yang berkualitas.

1. Pilih Powerbank dari Merk Terkenal

Power bank dapat dijumpai dengan mudah di pasaran. Namun, pastikan beli merk yang sudah terkenal dan terjamin. Karena sebuah produk yang branded biasanya memiliki prosedur dan standar yang ketat sebelum menjualnya ke pasaran. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas daripada power bank tersebut.

Akan tetapi, kalian perlu waspada. Sebab, terdapat beberapa oknum tak bertanggung jawab yang sering memalsukan power bank dari merk-merk terkenal.  Slogan “ada harga, ada kualitas” sangat berlaku dalam hal ini.

2. Utamakan Baterai Li-Polymer

Kebanyakan baterai yang dipakai dipasaran adalah baterai Lithium Ion (Li-Ion), meskipun harganya relatif lebih murah dibanding baterai Li-Polymer (Li-Po), baterai Li-Ion seringkali tidak stabil, menyebabkan baterai Li-Ion lebih cepat panas dan mudah bermasalah, bahkan bisa saja meledak.

Sebaliknya, baterai berjenis Li-Po lebih stabil dan tidak mudah mengalami kebocoran elektrolit. Sehingga, power bank baterai Li-Po memiliki ketahanan yang lebih lama dibanding Li-Ion

3. Pilih Kapasitas Sesuai Kebutuhan

Pastikan power bank yang akan kalian beli memiliki kapasitas dua kali lebih banyak dari kapasitas baterai handphone yang kamu miliki. Sebab, baterai cadangan ini hanya akan mentransfer daya sebesar 70-80% dari total daya yang dimilikinya.

Misal, baterai handphone memiliki kapasitas baterai 4.000 mAh. Kapasitas power bank yang kamu perlukan minimal memiliki 8.000 mAh. Hal ini dilakukan agar kalian dapat mengisi baterai hingga penuh, kalian juga dapat menggunakkan sisa daya sebagai cadangan.

4. Samakan Arus Daya Power Bank dengan Handphone

Setiap barang elektronik memiliki nilai arus daya yang berbeda, mengisi baterai dengan arus daya yang tidak tepat dapat mempercepat kerusakan baterai. Saat ini, banyak handphone yang menawarkan fitur fast-charging.

Biasanya, fitur fast-charging memerlukan arus sebesar 2 ampere (A). Akan lebih baik jika power bank yang kalian beli memiliki output sebesar 2A. Penyamaan arus dilakukan untuk memelihara umur baterai dari sebuah handphone.

Akan lebih efisien, jika kalian memilih powerbank dengan 2 atau lebih arus yang berbeda.

5. Pastikan Powerbank Bersertifikasi CE dan FCC

Sertifikasi CE (European Standard) dan FCC (US Federal Communications Commission) dibutuhkan untuk menjamin kualitas dari sebuah produk elektronik yang telah melewati uji standarisasi.

Pastikan powerbank yang kalian beli memiliki sertifikasi tersebut, powerbank yang tidak memiliki sertifikat menandakan kualitas yang buruk dan akan memberikan dampak yang buruk juga bagi handphone.