by

Macam-macam Pengujian Logam

Logam merupakan unsur yang memegang peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Peran logam dalam kehidupan sehari-hari adalah dijadikan bahan-bahan dalam elektronik, bangunan, dan transportasi. Tanpa adanya logam, kemajuan teknologi dan peradaban tidak akan terjadi. Semua pengujian yang dilakukan di laboratorium pengujian PT Detech Profesional Indonesia dilakukan dengan cermat, rajin, dan sesuai dengan standar

Dalam proses pembuatan logam, terdapat tiga metode pengujian logam yang umum ditemukan. Metode pengujian logam sangat penting untuk dilakukan karena manfaatnya dalam mengetahui kualitas logam yang telah jadi dan siap dipakai dalam menjadi bagian dari alat atau bangunan yang dibutuhkan. Untuk menguji logam, terdapat tiga metode yang umum ditemukan. Metode tersebut adalah Destructive Test (DT), Non Destructive Test (NDT), dan Metallography.

3 Metode Pengujian Logam

1. Destructive Test (DT)

Destructive Test adalah metode pengujian logam dengan menimbulkan kerusakan logam yang sedang diuji. Tujuan dalam metode pengujian logam satu ini adalah untuk mengetahui ketahanan (hardness test) suatu material dengan dirusak menggunakan alat uji atau mesin uji melalui cara ditekan, ditarik, dan dilengkungkan sehingga materi yang dirusak dapat diketahui kualitasnya.

Testile testing atau pengujian logam dengan ditarik adalah cara menguji dengan menarik logam hingga putus melalui penambahan gaya tarik ke material yang diuji. Pengujian tekan atau compressed testing adalah pengujian logam yang ditekan dengan beban tertentu hingga hancur, yang bertujuan untuk mengetahui berat yang mampu ditampung oleh material tertentu.

Pengujian bengkok atau bending testing digunakan untuk menguji hasil pengelasan atau mengetahui seberapa lama material akan bertahan hingga bengkok menjadi lipatan atau hancur. Sedangkan pengujian kekerasan atau hardness testing adalah pengujian seberapa keras material lewat penekanan satu titik dengan mesin testing.

2. Non Destructive Test (NDT)

Non destructive test merupakan metode pengujian logam yang bertujuan untuk mengetahui apakah material logam yang diuji masih aman dan tidak melewati batas kerusakan. NDT dilakukan sebanyak minimal dua kali, yaitu selama fabrikasi dan di akhir proses fabrikasi, dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Proses ini bertujuan untuk menemukan apakah ada kegagalan parsial sebelum melewati toleransi kerusakan material yang diuji.

Material yang diuji secara NDT akan terdapat crack, cacat, atau kerusakan yang dibedakan menjadi dua jenis, yaitu inside crack dan surface crack. Inside crack diuji dan dideteksi lewat radiography, ultrasonic, dan acoustic emission. Sedangkan, surface crack diketahui lewat visual inspection optical, liquid penetrant, magnetic particle, dan eddy current.

3. Metallography

Metallography mempelajari struktur mikro, topografi logam, fasa logam, ukuran butir logam, distribusi logam, serta sifat logam. Metallography dilakukan dengan dua cara, yaitu lewat pengujian makro dan pengujian mikro. Pengujian makro dilakukan lewat mata terbuka, yaitu dengan mengetahui celah atau lubang pada permukaan. Sedangkan, pengujian mikro harus menggunakan mikroskop electron karena material logam yang diuji termasuk dalam golongan yang halus.

News Feed