Kelemahan Nyata POCO C65 yang Jarang Diungkap Setelah Lama Rilis

Smallest Font
Largest Font

Ekspektasi tinggi sering kali runtuh saat kita dihadapkan pada realita performa jangka panjang sebuah perangkat murah. Menilai POCO C65 (atau yang sering dikenal sebagian orang sebagai varian xiaomi c65) saat ini membutuhkan kacamata yang lebih kritis, mengingat posisinya di pasar entry-level yang sudah sangat jenuh.

Sebagai reviewer yang terbiasa melihat siklus hidup gawai, saya melihat perangkat ini membawa dilema klasik. Di satu sisi, ia menawarkan kelengkapan fitur kosmetik, tetapi di sisi lain, ada kompromi performa yang tidak bisa disembunyikan.

Mari kita bedah secara objektif apakah perangkat ini benar-benar masih layak atau justru menjadi investasi yang usang. Kehadirannya di pasar Indonesia memang memicu banyak perdebatan hangat.

Melihat lembar spesifikasi di atas kertas, perangkat ini ditenagai oleh dapur pacu yang sebenarnya sudah uzur untuk standar kebutuhan komputasi harian saat ini. Chipset kelas entri yang tertanam di dalamnya dipaksa bekerja keras menggerakkan antarmuka sistem operasi yang kian berat.

Layar perangkat ini memang sudah mendukung refresh rate 90 Hz, sebuah angka yang menyenangkan untuk strategi pemasaran. Namun, resolusi yang ditawarkan masih tertahan di tingkat HD+ saja, yang membuat ketajaman visual terasa kurang menggigit.

Dari segi manajemen daya, kapasitas baterai yang diusung memang tergolong standar industri saat ini. Sayangnya, kecepatan pengisian daya yang didukung tidak bisa dikatakan instan, sehingga Anda harus menyediakan waktu ekstra saat ponsel kehabisan daya.

Dari spesifikasinya, menurut saya perangkat ini terlalu memaksakan diri tampil modern di luar, namun kedodoran di dalam.

Detail Pembaruan Sistem dan Ekosistem Perangkat

Aspek krusial yang sering dilupakan oleh pembeli ponsel murah adalah jaminan pembaruan perangkat lunak. Xiaomi sebagai induk perusahaan terus menggulirkan pembaruan sistem operasi teranyar mereka ke berbagai lini perangkat secara bertahap.

Berdasarkan data resmi dari situs id.xiaomi-miui.gr, raksasa teknologi ini sangat aktif memperbarui portofolio mereka. Sebagai gambaran elastisitas ekosistem mereka, kita bisa melihat pergerakan rilis ROM resmi pada periode Juli 2026 ini.

Pada tanggal 1 Juli 2026, tercatat ada 12 ROM HyperOS 1.x & 2.x Stable yang dirilis. Pergerakan ini berlanjut pada 3 Juli 2026 dengan peluncuran 6 ROM HyperOS 1.x & 2.x Stable, dan puncaknya pada 6 Juli 2026 rilis lagi 9 ROM HyperOS 2.x Stable.

Pertanyaan warga seperti "kapan hp xiaomi dapat hyperos 2" atau pencarian seputar "download hyperos terbaru xiaomi" menunjukkan betapa tingginya urgensi pengguna terhadap pembaruan ini. Namun, nasib perangkat kelas bawah seperti seri C ini sering kali berada di urutan paling buncit.

Komparasi Distribusi Update Sistem

Untuk memahami bagaimana Xiaomi memprioritaskan pembaruan, kita bisa melihat kontras yang jelas dengan perangkat lini tablet mereka yang mendapatkan perhatian lebih intensif. Jalur pembaruan manual via "cara update manual hyperos indonesia" sering menjadi opsi darurat.

Sebagai contoh nyata dari pusat data id.xiaomi-miui.gr, berikut adalah detail versi ROM stabil yang digulirkan untuk perangkat Redmi Pad SE (dengan kode nama Xun) per Juli 2026:

Daftar Wilayah dan Versi ROM Stabil Perangkat Tablet Xiaomi 2026
Wilayah DistribusiKode Versi ROM Resmi
EEA / EropaOS2.0.207.0.VMUEUXM
GlobalOS2.0.209.0.VMUMIX
ChinaOS2.0.209.0.VMUCNXM
IndonesiaOS2.0.205.0.VMUIDXM
RusiaOS2.0.209.0.VMUMIX

Melihat ketatnya pembagian wilayah di atas, pengguna seri C harus sadar bahwa "daftar rom resmi xiaomi terbaru" untuk ponsel entri tidak akan secepat atau seistimewa perangkat kelas menengah ke atas.

Kekurangan Fatal yang Harus Anda Ketahui

Sektor kamera pada perangkat ini menggunakan konfigurasi sensor yang terkesan masif di bagian punggung. Namun, dalam pengujian nyata, pemrosesan gambar terasa lambat dan sering menghasilkan foto yang kehilangan detail pada kondisi pencahayaan rendah.

Ketiadaan sensor giroskop berbasis hardware juga menjadi pukulan telak bagi mereka yang gemar bermain game kompetitif atau membutuhkan navigasi peta yang presisi. Sensor virtual yang digunakannya sering mengalami keterlambatan respons yang mengganggu.

Selain itu, jenis memori penyimpanan yang digunakan masih menggunakan teknologi lama yang memiliki kecepatan baca-tulis rendah. Hal ini berakibat pada waktu tunggu loading aplikasi yang terasa lebih lama dari ponsel modern kebanyakan.

Hp 1 jutaan, Layar 90 Hz, NFC, Update 2x, Garansi 15 Bulan - REVIEW POCO C65 | GadgetIn

Material bodi yang sepenuhnya menggunakan polikarbonat juga terasa ringkih dan mudah kotor oleh sidik jari. Tanpa casing pelindung yang tebal, estetika ponsel ini akan cepat merosot akibat goresan halus pemakaian sehari-hari.

Alasan Mengapa Ponsel Ini Sulit Direkomendasikan Sekarang

Memaksakan diri membeli ponsel ini di tengah gempuran teknologi baru terasa kurang bijaksana. Aplikasi harian yang terus menggemuk membutuhkan manajemen memori dan komputasi prosesor yang jauh lebih sigap.

Fitur NFC yang disematkan memang menjadi nilai jual tersendiri yang memikat bagi kaum urban. Namun, apa gunanya fitur transaksi instan jika untuk membuka aplikasinya saja Anda harus melewati proses stuttering atau patah-patah yang menjengkelkan.

Persaingan di kelas harga ini sudah bergeser jauh, di mana kompetitor mulai berani memberikan resolusi layar lebih tinggi dan fabrikasi chipset yang lebih efisien dalam mengonsumsi daya baterai.

  • Performa chipset yang mulai kedodoran untuk standar aplikasi tahun 2026.
  • Kecepatan pengisian daya lambat yang tidak sesuai dengan mobilitas tinggi.
  • Ketidakpastian dukungan pembaruan sistem operasi jangka panjang.

Investasi pada ponsel cerdas sebaiknya berorientasi pada ketahanan pemakaian minimal dua hingga tiga tahun ke depan. Memilih perangkat dengan spesifikasi pas-pasan hanya akan menuntun Anda pada rasa frustrasi yang muncul lebih cepat akibat penuaan performa hardware yang tidak mampu mengejar tuntutan software zaman sekarang.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed