by

ISP: Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja Internet Service Provider

Sejak hadirnya internet di tengah kehidupan manusia, kehidupan menjadi lebih praktis dan mudah. Hal-hal yang tadinya terasa sulit sekarang bisa dilakukan dengan mudah. Mulai dari komunikasi jarak jauh, jualan online, menjadi virtual celebs, dan  lain-lain. Namun, apakah Anda pernah bertanya-tanya bagaimana Anda bisa tersambung ke koneksi Internet?

Nah, disitulah ISP banyak berperan. Pendek kata, ISP adalah singkatan dari Internet Service Provider.   Secara umum, tugas ISP adalah memberikan layanan  koneksi internet kepada konsumen. Namun sebenarnya tugas ISP tidak terbatas itu saja lho Golden friends!

Pada artikel kali ini kami akan membahas dengan lengkap apa itu ISP yang akan di bahas oleh https://tisucoding.com/. Yuk langsung saja kita mulai!

Pengertian ISP

Dalam bahasa Indonesia, istilah Internet Service Provider atau ISP ini biasanya dikenal dengan istilah PIJI atau Penyelenggara Jasa Internet. Sesuai dengan namanya, ISP adalah perusahan yang menyediakan layanan internet kepada kliennya. Layanan ini bisa berupa koneksi internet, internet transit, dan lain sebagainya.

Biasanya, ISP adalah perusahaan kabel atau telepon seluler yang menawarkan layanan internet subscription beserta dengan TV kabel dan juga telepon seluler.

Jaringan yang ditawarkan oleh perusahaan ISP biasanya mencakup koneksi domestik dan internasional. Karena itu, pengguna ISP bisa dengan mudah terhubung ke jaringan global.

Tentunya, jaringan ISP tidak bisa didapatkan secara gratis. Anda diharuskan untuk membayar setiap bulannya untuk bisa menikmati koneksi internet dengan kuota yang ditentukan oleh provider.

Jenis-Jenis Layanan ISP (Internet Service Provider)

Nah setelah mengetahui pengertian dari ISP, sekarang saatnya Anda mempelajari berbagai jenis layanan ISP yang ada! Berikut adalah beberapa jenis layanan ISP:

  1. Dial-Up Connection —  dimana pengguna dikenakan biaya sesuai dengan waktu terhubung dengan koneksi internet, umumnya dial-up connection menggunakan modem dan kabel telepon untuk bisa terhubung ke internet.
  2. Dedicated Connection — dimana internet tersedia selama 24 jam penuh, umumnya koneksi ini digunakan oleh perusahaan yang membutuhkan koneksi internet yang kuat untuk bisa beroperasi dengan lancar.
  3. Internet Hotspot — layanan internet yang tidak membutuhkan kabel dial-up untuk melakukan koneksi, biasanya jenis layanan ISP yang satu ini digunakan pada tempat umum seperti kafe, bandara dan lain-lainya.
  4. Wireless Connection — jenis layanan ISP yang tidak membutuhkan kabel untuk melakukan sebuah koneksi, nantinya Anda akan dikenakan tarif pemakaian internet setiap bulannya. Jenis ini biasanya lebih praktis dan efisien.
  5. Internet Mobile Access —  layanan internet diperuntukan bagi para pengguna smartphone untuk dapat mengakses internet dari ponsel mereka, jenis layanan ini menggunakan sim card ponsel yang mendukung GSM maupun CDMA.

Fungsi ISP

Secara singkat, fungsi dari ISP adalah untuk mendistribusikan jaringan koneksi sehingga klien dan pengguna bisa mengakses segala informasi yang ada pada internet.

Namun sebenarnya ISP juga mempunyai beberapa fungsi lainnya seperti:

  • Menyambungkan klien atau pengguna layanan mereka ke gateway internet terdekat.
  • Penyedia perangkat modem dan antena yang digunakan untuk koneksi internet berjenis dial-up connection.
  • Melakukan pembatasan akses dan juga kuota internet bagi beberapa user.
  • Mempermudah akses internet bagi user di seluruh penjuru Indonesia.
  • Memajukan teknologi internet dan akses internet untuk daerah-daerah terpencil yang ada di Indonesia.
  • Memungkinkan klien untuk melakukan komunikasi online berupa suara maupun surat elektronik.

Cara Kerja ISP

Setelah mengetahui pengertian, jenis, dan fungsi dari ISP, tentunya Anda juga harus tahu bagaimana cara kerja internet service provider ini.

Sebenarnya, cara kerja ISP tergolong cukup sederhana. Penyedia internet hanya tinggal menunggu pengguna jasa internet untuk mengirim permintaan koneksi dan akses.

Selanjutnya, internet provider akan melakukan routing jaringannya ke perangkat yang digunakan oleh pengguna layanan tersebut. 

Perangkat ini bisa berupa access point, modem, desktop maupun smartphone. Setelah proses routing jaringan ini selesai, pengguna bisa langsung menggunakan dan menikmati akses internet sesuai dengan kebutuhan.