Barcelona Batal Permanenkan Marcus Rashford dari Manchester United

Smallest Font
Largest Font

Barcelona memutuskan untuk tidak mengaktifkan klausul pembelian permanen Marcus Rashford sebesar 26 juta paun. Keputusan tersebut membuat penyerang berusia 28 tahun itu dijadwalkan kembali ke Manchester United, sebagaimana dilansir dari Bola.

Klub asal Katalonia tersebut justru memilih mengalihkan fokus dan dana mereka untuk merekrut Anthony Gordon dari Newcastle United. Langkah Barcelona ini membuat masa depan Rashford kembali menjadi tanda tanya besar menjelang musim baru.

Mantan pemain Manchester United, Paul Parker, memberikan tanggapan pedas terkait situasi tersebut. Ia menilai Rashford seharusnya merasa malu karena Barcelona lebih memilih mengucurkan dana besar untuk memboyong Gordon daripada mempermanenkan dirinya.

"Dia mendapat kesempatan kecil untuk kembali dan, sejujurnya, kesempatan itu hanya datang karena Barcelona tidak menginginkannya lagi," ujar Parker kepada PariuriX, dikutip Express.

"Mereka memilih mengeluarkan uang lebih banyak untuk Anthony Gordon. Rashford seharusnya merasa malu. Ketika mereka memutuskan mengeluarkan uang sebanyak itu untuk Gordon, dia seharusnya merasa malu," cetus bek yang membela MU pada 1991-1996 itu.

Parker juga menyoroti tantangan berat yang menanti Rashford jika kembali ke Old Trafford. Menurutnya, pemain Timnas Inggris itu harus berusaha keras untuk memulihkan hubungan dan meraih kembali kepercayaan dari rekan-rekan setimnya setelah meninggalkan klub sejak 2024.

"Hal terbesar adalah bagaimana dia bisa kembali mendapatkan kepercayaan dari rekan-rekan setimnya? Dia tidak menjalankan tugasnya dengan baik, tetapi semua orang membiarkannya hingga akhirnya mereka mengetahui seperti apa dirinya," kata Parker.

"Pada masa saya dulu, pemain senior pasti sudah menariknya dan melakukan sesuatu yang tidak akan menyenangkan baginya," imbuhnya.

Selain masalah di dalam ruang ganti, perilaku Rashford di luar lapangan juga diprediksi akan menjadi perhatian utama para penikmat sepak bola. Parker menegaskan bahwa suporter tidak akan langsung menerima kedatangannya kembali begitu saja.

"Kalau dia benar-benar serius ingin membuktikan dirinya lagi, itu akan menjadi tantangan besar baginya," ucap Parker.

"Suporter tidak akan langsung menerimanya hanya karena satu pertandingan atau satu gol. Dia harus bekerja keras secara konsisten," katanya.

"Bagaimana sikapnya saat duduk di bangku cadangan menyaksikan pertandingan? Bagaimana perilakunya saat latihan dan dalam kehidupan sosial? Itu menjadi salah satu masalah besar dan alasan mengapa dia berada dalam situasi seperti sekarang."

"Masih banyak yang harus dia lakukan dan buktikan. Sejujurnya, ini adalah kesempatan terakhirnya. Benar-benar kesempatan terakhir," ucap Parker.

Sebelum dipinjamkan ke Barcelona dan Aston Villa, hubungan Rashford dengan mantan pelatih Setan Merah, Ruben Amorim, sempat memburuk. Namun, manajer saat ini, Michael Carrick, dikabarkan memiliki pandangan berbeda dan berniat memasukkan Rashford ke dalam rencana skuadnya untuk musim depan.

Di sisi lain, opsi kepindahan ke klub lain masih terbuka meski menghadapi ganjalan besar. Tottenham Hotspur dan AS Roma dilaporkan menaruh minat, tetapi besaran gaji Rashford yang mencapai 325 ribu paun per pekan menjadi penghalang utama bagi klub peminat.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed